Dari awal aku sudah berpesan kalau tikus ini benar2 sial.
Dari awal juga aku sudah berulang kali bilang kalau tikus ini akan merepotkan,
Sampai aku menangis sejadinya.
‘jangan rawat tikus ini! dia sangat merepotkan! Dia gampang mati!’
Tapi apa yang kamu jawab?
‘percaya sama aku!’
Sial! Sial sekali aku percaya!
Tuh kan bener matiiii
Tanggung jawab! Hidupin lagi coba!
Seenaknya ya kamu!
Udah lama aku rawat, aku sampo bulunya, sampai aku potong tiap sudut kuku yang kotor itu.
Tapi kamu lari dari tanggung jawab!
Bikin aku nangis histeris!
Sadarkah kamu! Kalau kamu telah membuang waktuku!
Kalau kamu telah buat tikus itu pergi untuk selamanya?
Apa kamu punya kepedulian berorasi pada tuhan meminta sedikit waktu untuk mengulur umur tikusku itu?
Apa kamu tau? Kalau tikus itu sangat berharga untukku?
Apa kamu tau kalau tikus itu ingin aku pamerkan pada cucuku kelak?
Jahat! Jahat kamu!
jahat!
Balikin tikus akuuuu
Balikin!
Taukah kamu, tak ada yang bisa mengganti tikus itu hingga kini.
Bodohnya, aku masih menunggu tikus ini bangun.
Dan berharap, tikus ini hanya mati suri
Jumat, 23 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar