Perempuan ini selalu bikin aku sirik. Bukan perempuan gaul, royal, atau eksekutif. Dia hanya perempuan sederhana berjilbab yang murah tersenyum. Dia mampu membeli atau berlagak perempuan gaul yang hobbynya jalan-jalan, foto-foto, karokean, dan lain sebagainya yang bisa bikin dia terlihat asik di mata orang lain, tapi sayang dia tak suka itu. gaya royal bukan pilihannya. Segudang kelebihan, serta keaktifannya di bidang yang dia senangi bikin dia semakin gemilau di mataku. Mengerjakan sesuatu dengan hati, benar-benar berbeda hasilnya, kesimpulan yg makin aku tancapkan dalam hati yang amatir ini.
Sungguh lembut dan penyayang dirinya. Entah hari apa, hari ulang taunku juga bukan, dia suka tiba-tiba datang dan memberiku hadiah. Aku yang urakkan tentu membuka tangan dengan lebar untuk bingkisan itu. ya ampuuun, lagi? Ngasih lagi? ‘tadi Cuma lewat kok! Ada ini aku inget kamu, beli deh! Hehehe’, ‘aduh, kebanyakan nih! Bantuin abisin donk!’, ‘ini buat kamu! Kamu suka baca kan?’. Sumpah! Bikin malu.(Aku pernah ngasih apa coba? Kayanya seringan dia deh!)
Hmm, waktu itu aku memergoki dia, dari jendela atas pintu, memojok dalam kamarnya dengan raut berantakan. Sangat berantakan. Aku ajak bicara dari balik pintu, tapi tak ada suaranya. Bahkan, jika dia menangis pun tak ada suara isakkan sama sekali. Tak bisa aku menghampirinya karena dia tak ingin siapapun menghampirinya. Tersirat dari tingkahnya yang aneh saat itu. Dia bukan perempuan yang ekspresif dan percaya kepada orang lain akan isi hatinya. Dia lebih memilih sendiri, memendam itu hingga dia memulihkan dirinya sendiri. Aku bertemu dia lagi, rautnya sudah sumringah seperti biasanya. Meski aku tak tau apa yg sedang dia pikirkan. Aku tak berani mengungkitnya atau sekedar simpati padanya, karena ku yakin dia hanya ingin membahas masalah itu dengan dirinya sendiri.
Hmm, pembawaan masalah yang sangat ku kagumi! Begitu tegar pembawaannya dimata saya. Begitu privacy karena itu masalahnya sendiri.
Sungguhku ingin menjaga diri juga hati seperti dia. Terima kasih atas contoh-contoh itu!
untuk kamu ****
Selasa, 13 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar