Meliuk bak cacing kepanasan
Inginku meliuk namun lurus
Cepat, hingga lalu dalam binar
Menuju gelap dalam damai
Ku ingin seperti itu
Matahari lagi-lagi terbit
Ketika hendak ku hirup aura kesegaran
Sebentar sekali!
Pelit!
Sudahlah! Ketimbang legam menjadi ciri
Aaah, tak ada sorotan u/ku
Kalau saja ada makhluk yg mengerti,
Membawa ku pd habitat yg lbh adil
Mungkin inilah peranku
Sang sutradara pasti tau
Rabu, 10 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar