Jumat, 19 Februari 2010

jurang

Aku berdiri di depan jurang
Harus ku ada di bawah detik itu juga
Namun hatiku tak ingin menghadap taring bebatuan
Detik mengalun, merogokku untuk 1 keputusan

Hai bung! Cepatlah!
1 detik yg lalu itulah janjimu!
Hai bung! Loncat segera!
Cemen sekali kau!

Aku mulai mundur
Langkah demi langkah
Aku berlari
Hingga ku berani untuk meloncat

kepuasan batin, karenaku bisa bersikap tegas, mengambil keputusan yg tepat, karenaku yakin hati ini adalah hukum di bawah alam sadar. Hatiku tau apa yg terbaik. Hatiku tau dimana aku berdiri dan harus melangkah dalam keseimbangan yg tepat. Terimakasih sang hati, semakin hari aku semakin percaya padamu. Dan semakin hari pula aku mengerti dari arti suatu konsekuensi yg membawa kita pada pelajaran yg tak bisa diulang.

Tidak ada komentar: