Rabu, 10 Februari 2010

no komen

Sy sama seperti para remaja biasa. Sy pernah melanggar hijab layaknya orang yg dimabuk cinta. Cinta? Cinta taimu!
Sy menangis sesegukan menanti sang hati. Tak kunjung datang, meski segala kepercayaan sy agungkan. Sy tersadar kalau semua telah berakhir. Sy merasa seperti sampah. Dibuang, ditinggal, yah seperti itu. Sy ingin marah, namun sy redam marah itu dengan ketenangan hati. Sy ingin menangis dihadapanmu, agar kamu tau siapa yg telah kamu lukai tadi. Namun sy tutup rasa itu dengan keikhlasan karena itu menenangkan.
Sy diam. Salah jika sy terlihat tak bicara, namun lebih tepatnya sy bicara dengan tindakan sy. Taukah hati, sy biarkan semua karena sy menjaga hati.
Satu surat untuk hati:
Hati, sy ingin kamu tau. Sy sudah memilihmu sebagai calonku. Hati, sy biarkan kamu memilih karena sy ingin kau pilih. Hati, kini dogma membuatku lbh kuat. Hati, sy ingin menjaga diri untuk calonku kelak. Tolong tunggu dan ubah dirimu, karena sy akan melakukan yg sm. Jika qadar tau, kita bisa bersatu. Tolong jaga hati untuk waktu.

Tidak ada komentar: