Rabu, 10 Februari 2010

itu

Sudah berulang kali hati saya mencegah itu untuk dibahas kembali.
Saraf-saraf menegang hingga ngilu tak ter hindari.
Mataku lelah membaca penenang yang tak kunjung menenangkan.
Otakku berputar, bertanya, mencari, menganalogikan semuanya.
Tangan, mulut, dan telinga telah ku tutup berulang-ulang dari itu yg terus merajam.
Ingatan hendakku remove, namun sayang untuk dibuang.
Lagi-lagi tangan menyingkirkan semua, namun masih ku tata.
Rapi, tak tersentuh debu.
Kakiku terus berlari, namun kau terus menyusul.
Tapi, tak sedikit pun tampak langkah yang kau umbar dahulu.
Ucapku, janjiku pada diri sendiri tak wujud menjadi realita
Aku tau bagaimana mengakhiri semua.
Tapi aku tak tau bagaimana memulainya.
Aku hanya bisa menunggu sang waktu menjawab.
Menjawab pengabdianku atas janji terhadap hati.

Tidak ada komentar: